Sebagai pasangan, mendampingi dan melayani pasangannya adalah hal yang wajar dan menjadi keharusan sih kalo aku bilang. Heheh!
Jadilah pelengkap hidup mereka, walau terkadang mereka merasa hidupnya diatur dan dokoordinir. Biarlah mereka yang menilai sendiri bagaimana pasangan mereka membentuknya like a king (lebay) yang akan menjadi calon imam dalam keluarganya kelak. Bukankah seorang pendamping yang setia melayani pasangannya akan diberi balasan bahkan lebih oleh Alloh? Aamin!
Saya pernah mendengar bahwa seorang pemimpin yang hebat terdapat wanita yang bijak yang setia mendampinginya. Salah satu contoh Bpk Habibie dan Alm. Ibu Hasri Ainun, berikut sedikit kutipan tentang mereka.
"Masa-masa Habibie kuliah di Jerman banyak menorehkan kesan romantis bagi keduanya. Masa-masa ketika Habibie harus berpacu menyelasaikan tesis hingga larut malam, disaat itu ibu Ainun dengan setia menemani Habibie muda, dan tak lupa sang istri mengingatkan untuk shalat tahajjud. Pengorbanan seorang Ainun untuk Habibie memang luar biasa, demi keluarga Ainun rela meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang dokter. “saya lebih dibutuhkan dibelakang layar” Kata Ainun."
*Terharu
Nn
Senneng banget dengan lagu Beyounce ini, rasanya seharian cuman pengen denger lagu ini saja (˘ڡ˘)
Ternyata memutuskan untuk cepat menikah itu belum tentu menjadi jalan keluar untuk kelangsungan kebahagiaan kita kedepan. Yayaya.. (kini saya bisa intospeksi diri lagi) (•ˆ⌣ˆ•). Ada berbagai mitos tentang pernikahan yang membahagiakan. Namun tidak semua mitos itu benar dan bisa jadi malah membuat Anda kecewa.
Mitos-mitos yang berkembang itu biasanya muncul dari tayangan televisi atau kisah novel dengan cerita yang happy ending. Gara-gara mitos tersebut orang jadi memiliki ekspetasi tinggi pada pernikahan.
Padahal dalam kehidupan nyata, pernikahan tidak selamanya indah seperti yang ada di kisah film atau novel. Ada lika-liku, mulai dari masalah kecil sampai urusan seks yang bisa jadi membuat pernikahan tersebut hancir.
Berikut ini berbagai mitos tentang pernikahan dan kenyataan yang sebenarnya seperti dikutip dari marriage:
Mitos 1: Pernikahan bisa membuat seseorang tidak lagi kesepian.
Kenyataan: Banyak pasangan menikah yang sampai sekarang tetap kesepian.
Mitos 2: Pernikahan bisa membuat seseorang merasa hidupnya lebih lengkap.
Kenyataan: Pasangan yang menikah itu saling melengkapi satu sama lain, bukan membuat hidup satu sama lain jadi lengkap.
Mitos 3: Semua orang harus menikah.
Kenyataan: Banyak orang yang tidak menikah yang hidupnya jauh lebih bahagia dari pasangan menikah.
Mitos 4: Keromantisan akan selalu ada dalam sebuah pernikahan yang sehat.
Kenyataan: Hampir semua pasangan merasakan naik dan turunnya hubungan mereka. Masalah sehari-hari dan berbagai problema hidup lainnya bisa meredupkan keromantisan tersebut.
Mitos 5: Pernikahan bisa membuat Anda bahagia.
Kenyataan: Anda tidak bisa mengharapkan pasangan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan. Kebahagiaan Anda sendiri sebaiknya datang dari diri sendiri. Pernikahan memang bisa melengkapi kebahagiaan Anda tapi hal itu bukan satu-satunya sumber utama.
Mitos 6: Masalah tidak akan datang jika Anda dan pasangan memang saling mencintai.
Kenyataan: Pernikahan yang sehat tidak terbentuk dengan sendirinya. Anda dan pasangan harus saling menyayangi, terbuka dan memiliki komitmen.
Mitos 7: Pasangan seharusnya tahu apa yang Anda mau atau rasakan tanpa Anda harus mengatakannya.
Kenyataan: Meskipun Anda dan pasangan sudah menikah, bukan berarti dia jadi bisa dengan mudahnya membaca pikiran atau mengetahui isi hati Anda. Komunikasi adalah salah satu kunci sukses pernikahan.
Mitos 8: Pertengkaran dalam sebuah pernikahan berarti pasangan itu tidak terlalu saling mencintai.
Kenyataan: Konflik selalu terjadi dalam setiap pernikahan. Hanya saja pertengkaran tersebut sebaiknya bukan untuk saling menang sendiri, tapi demi kepentingan bersama dan ada penyelesaiannya.
Intinya, dalam menjalani sebuah pernikahan, Anda dan pasangan membutuhkan banyak hal jika ingin langgeng. Pernikahan tidak cukup hanya dijalani dengan cinta, tapi pasangan tersebut harus saling mendukung, bertoleransi, komunikasi, memiliki harapan yang realistis, saling menyayangi, punya komitmen dan tentu saja dibutuhkan sedikit sense of humor.
(Eny Kartikawati - wolipop)
Saya sangat mengagumi cerita yang kudapat dari kiriman kk saya..
Semoga ini menjadi motivasi buat anda juga.heheh^^
Share aja dari acara Kick Andy. (Judul: Mereka Panggil Aku Cina)
• KAMI datang dalam kemiskinan, anda sudah tiba sejak nenek moyang anda berada.
• KAMI duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami, disaat anda meminta bagian anda untuk uang "keamanan"
• KAMI menghitung saving dan expense keluarga kami, disaat anda menghitung apa yang bisa anda belanjakan dengan uang anda.
• KAMI berusaha mencari apa yang bisa kami jadikan uang, ketika anda sedang berusaha mencari apa yang bisa dijadikan barang.
• KAMI rela makan nasi 1 kali sehari demi masa depan, disaat anda menuntut makan 3 kali sehari.
••....40 TAHUN BERLALU....••
(*) KAMI menikmati apa yang telah kami perjuangkan, disaat anda berkata "China sialan, nguasain negara gueee"
(*) KAMI menikmati liburan setiap tahun ke luar negeri, disaat anda ribut akan kenaikan harga sembako.
(*) KAMI bersyukur atas hasil kerja keras kami disaat anda sedang mengutuk negeri ini.
(*) KAMI bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini, ketika anda bercerita tentang pahitnya hidup saat ini.
(*) KAMI berpikir makan apa besok, ketika anda berpikir apa besok makan.
(*) SAAT kami menikmati puncak kesuksesan, anda menyalahkan kami atas kemiskinan keluarga anda.
(*) SAAT kami masuk ke pintu ruang pabrik kami, anda datang meminta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan
(*) KAMI tahu kami hanya pendatang, tetapi kami tahu bagaimana membuat kami menjadi lebih berarti di mata bangsa-bangsa lain.
(*) KAMI tahu kami hanyà numpang, tapi kami tahu bagaimana kami berjuang dalam kerasnya hidup menumpang.
(*) KAMI berusaha, uang bukan jatuh dari langit.
,,, Kini anda yang meratap mengapa negeri ini penuh dengan kami yang berada diatas ...
(*) KAMI menjauhkan diri dari komunitas anda, karena kami takut anak-anak kami memiliki mental seperti anda.
(*) KAMI bukan sombong, kami bukan membenci anda, tapi kami ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,
!!!!!" JANGAN MEMINTA, TAPI BERUSAHA" !!!!!
• KAMI berkorban untuk anak cucu kami, kami berjuang dari kemiskinan sampai kemakmuran,
• KAMI tidak meminta dengan gratis, kami membayar apa yang harus kami bayar,
Inilah kami orang Tionghoa.
Otak gua lagi error gak bisa mikir untuk menulis sesuatu di blog ini...
Mau nulis apa yah, Hmm.. Si boss lagi ngajakin vendor lunch diluar, tadi dijanji bungkusin jus sepulang dari sono. tapi sampai sekarang p bossnya malah langsung ke TKP proyek untuk survei penarikan kabel. *Ngeness
tapi bagusnya lagi kalo p bossnya lagi gak ada ditempat tuh kerjaan bisa tak pending dulu.Hehe..
Bebas nge-net sepuas hati, tapi sama ajah ujung-ujungnya bete dan ngantukk!
waktunya bercuap-cuap ria di blog sendiri, pengganti lamunan aku, penggant diary aku, pengganti sahabat aku ketika ada hal-hal yang sebaiknya tidak dibagi ke mereka yang terkadang mereka tidak setuju dengan keputusan sikapku. Karena sayalah yang mengetahui arah hidup dan pilihanku sendiri!
Dengan kalian hanya mendengar, menyimak dan memutuskan ide yang kadang kala sangat bertolak belakang dengan keputusanku sendiri.
Rencananya sih pengen nulis biografi sahabat2 gua tapi sampai sekarang belum terealisasi (ʃ˘̩̩_˘̩ƪ)
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
